Panduan Cara Budidaya CABAI RAWIT Musim Hujan di Dataran Rendah

BUDIDAYA CABAI RAWIT MUSIM HUJAN

Foto by : Tekad

Bertanam cabai rawit ternyata menyenangkan lo..kita sudah membuktikannya, mulai dari mencoba bertanam beberapa batang di polybag, hingga ditanah langsung. Tujuannya jelas, belajar menanamkan sedikit dahulu sebelum dikembangkan dalam skala lebih besar. Sebagai seorang pemula dalam agrobisnis, tentunya harus banyak belajar dari praktek langsung bertanam, sehingga akan tahu kesulitan dan tantangan yang dihadapi dan bisa dicarikan solusinya.

Untuk manfaat dan kerugian maka diperlukan pengetahuan tentang cara cara menanam tanaman cabai pada saat musim hujan. Perlakuan secara intensif tidak hanya dilakukan pada tanaman, tapi cara pengolahan lahan juga harus diperhatikan. Oleh karena itu sejak awal persiapan dan pengolahan lahan perlu diperhitungkan dengan seksama. Berikut ini langkah-langkah dan upaya yang bisa dilakukan untuk keuntungan kerugian

BENIH CABAI RAWIT


Bila anda menginginkannya, pilih benih yang vigornya kuat dan genjah. Karna lebih tahan busuk buah dan layu. Kebetulan di foto menggunakan dewata F1 dan bhaskara. sesuai selera anda

PENGOLAHAN TANAH

Foto by : Tekad

1. Membuat Bedengan Yang Lebih Tinggi


Pada musim penghujan, bedengan untuk menanam cabai agak lebih tinggi dari biasanya, terutama pada lahan datar seperti persawahan. Pembuatan bedengan yang tinggi untuk menghindari tanaman cabai terendam air hujan yang menggenang. Genangan air pada parit-parit bedengan jika berlangsung dalam waktu yang lama akan menjadi tanah lembab dan becek. Pada kondisi seperti ini beberapa jenis penyakit berkembang lebih cepat, yaitubpenyakit penyakit yang disebabkan oleh jamur dan bakteri.

2. Pengapuran dan Pengaturan pH Tanah


PH tanah sangat sangat mempengaruhi terhadap pertumbuhan tanaman cabai, pH yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat membuat pertumbuhan tanaman terhambat atau kerdil. PH ideal untuk tanaman cabai antara 5,5 - 6,5, lakukan pengecekan pH tanah pada saat melakukan pengolahan lahan. Jika pH rendah taburkan kapur dolomit atau kiserit secara merata dan biarkan tersiram hujan, maka lakukan pengecekan pH kembali. Jika pH masih rendah taburkan dolomit kembali sampai pH yang diinginkan. pH yang rendah juga merupakan kondisi yang ideal untuk pertumbuhan jamur dan bakteri.

3. Penggunaan Pupuk Bio dan Asam Humat.


Beberapa manfaat menggunakan pupuk bio / asam humat pada bedengan adalah :

a). Memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah.
b). Melarutkan fostat yang tidak tersedia menjadi bentuk fosfat yang tersedia bagi tanaman.
c). Menghambat serangan patogen terhadap tanaman.
d). Mikro-organisme terpilih yang terkandung dalam pupuk bio.
e). berguna sebagai hormon anti jamur dan pelarut unsur Phosphor.
f). Secara bersamaan asam humat dan pupuk bio dapat membantu pertumbuhan dah kesehatan tanaman sehingga menghasilkan produk bermutu.
g). Mengurai zat beracun pada lahan-lahan pertanian dan pertambangan./ menguraikan asam organik berlebih.

PEMUPUKAN CABAI RAWIT


Sebenernya pupuk dasaran awal atau pupuk susulan tergantung persepsi masing masing .. tapi kali ini kita publikasikan beberapa pupuk yang di pakai dalam budidaya cabai kali ini, yaitu sebagai berikut :

a). untuk dasaran pakai tsp + phonsa + za + kohe kambing
b). untuk penyemprotan masa vegetatif menggunakan Atonik, Growmore D, Hormon ratu biogen, Vergibb
c). di masa peralihan / masa masa generatif kita pakai growmore B, gibgro, vergibb, kalsium super serta pengocoran guano phosfat
d). untuk saling kita kocor npk kali cabai., Npk jagotani, npk grower serta 1 asam gibb dari atas (melalui penyemprotan daun)

PENGENDALIAN HAMA & PENYAKIT CABAI RAWIT


Penanggulangn hama pada tanaman cabai rawit bisa dilakukan dengan penyemprotan insektisida seperti insektisida : antador, isadora dan ekstrak alami tumbuh tumbuhan serta fungisida, atonik, fillia 525 dan sebagainya

Selamat mencoba...

By : Admin #3B

0 komentar:

Posting Komentar