Pengaruh dan Cara Kerja Babadotan, Kirinyuh dan Tagetes dalamMengendalikan Hama

PENGARUH EKSTRAK TUMBUHAN BABADOTAN (Ageratum conyzoides), KIRINYUH (Eupatorium odoretum), DAN TAGETES (Tagetes erecta) TERHADAP MORTALITAS HAMA Myzus persicae, Trialeurodes vaporariorum, dan predator kumbang Cocci Menochillus sexmaculatus

Gambar : a. Babadotan, b. Tagetes, c. Kirinyuh 

Myzus persicae dan Trialeurodes vaporarium merupakan hama penting pada berbagai jenis sayuran. Selain dapat merusak secara langsung, kedua hama tersebut juga merupakan vektor penyakit virus. Pengendalian yang umum dilakukan oleh petani adalah dengan menggunakan insektisida yang dilakukan secara terjadwal. Penggunaan insektisida yang terus menerus dapat menyebabkan resistensi dan resurgensi, selain itu, dapat menyebabkan efek yang tidak diinginkan pada organisme bukan sasaran terutama musuh alami dan lingkungan.

Salah satu alternatif pengendalian yang aman dan harus terus dikembangkan adalah dengan menggunakan insektisida alami atau nabati, karena selain efektif terhadap hama sasaran juga aman terhadap musuh alami.

Tumbuhan lain yang mempunyai prospek untuk dikembangkan sebagai insektisida di Indonesia ialah babadotan (Ageratum conyzoides), tagetes (Tagetes erecta), dan Kirinyuh (Eupatorium odoratum). Kirinyuh efektif untuk mengendalikan Helicoverpa armigera (ulat buah) dan Anopheles stephensi ( larva) .Ekstrak daun kirinyuh pada konsentrasi 20% dan ekstrak daun saliara (Lantana camara) mulai konsentrasi 10% dapat digunakan sebagai herbisida dan menghasilkan penekanan yang lebih baik dan berbeda nyata dibandingkan perlakuan herbisida sintetis.

Selain sebagai pestisida nabati, daun dan bunga kirinyu digunakan sebagai obat luka. Babadotan mengendalikan hama-hama gudang seperti Oryzaephilus surinamensis (kumbang padi padian gudang paska panen) Rhyzopertha dominica, dan Sitophilus zeamais. ekstrak dari Tagetes erecta dengan konsentrasi 5% mampu menyebabkan mortalitas larva Spodoptera littoralis sampai 100%, selain menyebabkan kematian, tagetes juga mampu menghambat pertumbuhan larva S. litoralis (ulat buah)

Kenapa babadotan dapat menekan kumbang gudang padi padian ??
Bandotan Memilki kandungan kimia diantaranya organacid, minyak atsiri coumarin, friedelin, sitosterin. Dan umumnya bandotan memiliki potensi untuk memproduksi senyawa kimia tertentu yang digunakan untuk mempertahankan diri dari gangguan infeksi oleh jamur, bakteri dan insekta ataupun predator lainnya. Antinutrisi dapat mempengaruhi komponen perut tipe abdomen kumbang setelah dikonsumsi, selama proses pencernaan di dalam saluran pencernaan dan setelah penyerapan di dalam tubuh dengan cara menghambat proses pemanfaatan atau fungsi dari zat makanan, khususnya protein, mineral dan vitamin.

Pengaruh negatif dari antinutrisi biasanya tidak mencerminkan senyawa antinutrisi itu sendiri sebagaimana pengaruh langsung dari racun dalam bahan makanan yang di konsumsi omnivora berupa kumbang, Dampak dari adanya antinutrisi di dalam bahan makanan adalah terjadinya malnutrisi atau kekurangan gizi atau kondisi gizi yang berada pada batas bawah kebutuhan. Kumbang sendiri memiliki perut tipe abdomen. Perut adalah bagian belakang dari dada belakang, terdiri atas serangkaian cincin, masing-masing dengan lubang untuk bernafas dan respirasi, yang disebut ventilator, membentuk tiga sklerit tersegmentasi berbeda: tergum, pleura, dan sternum. Tergum di hampir semua spesies adalah membran.

Pada akhirnya dapat dinyatakan bahwa antinutrisi dari ketiga jenis tumbuhan tersebut adalah :

a). Bersifat racun tetapi bukan racun sehingga dapat melindungi tanaman dari predator / sebagai pencegah dari serangan predator
b). Dapat menyebabkan kematian / allelochemical
c). Jika terkonsumsi dapat mengganggu proses metabolisme, pencernaan, penyerapan dan pemanfaatn zat makanan.
d). Dapat mempengaruhi komponen pakan sebelum dikonsumsi, selama proses pencernaan di dalam saluran pencernaan dan setelah penyerapan di dalam tubuh dengan cara menghambat proses pemanfaatan atau fungsi dari zat makanan, khususnya protein, mineral dan vitamin
e). Saat dikonsumsi maka pengaruhnya tidak langsung, berbeda dengan pengaruh racun yang langsung terlihat.
f). Dampak akibat mengkonsumsi antinutrisi adalah malnutrisi atau status nutrisi berada dibatas bawah kebutuhan.

Note !! : Maksud konsentrasi 20% adalah 20 gr/100 gr dengan dosis 5 gr/ 1000 ml air dengan iterval aplikasi sehari sekali ( setiap hari)/ 3 hari sekali.

0 komentar:

Posting Komentar