4 Hal Pokok yang Harus Diperhatikan Dalam Memulai Berkebun Supaya Hasil Maksimal

Berkebun di pekarangan (Foto by : Lis Sov)

Kadang untuk nyimakers dan masyarakat 3b di sini yang akan mulai bercocok tanam di pekarangan harus dipertanyakan dulu beberapa faktor penunjang dan pendukung sebagai pokok inti dalam tingkat keberhasilan.

Berikut ini faktor-faktor yang harus kita ketahui dalam memulai berkebun demi mendapatkan tingkat keberhasilan dengan level maksimal.

1. Niat dan Usaha

Hal pendukung utama adalah niat dan usaha dan usaha kita untuk bercocok tanam, setiap orang pasti punya niat dan lebih afdol di barengi usaha .. maksdnya usaha gabungan teori dari pengalaman orang dan merangkumnya ke otak kita ..kalau kita hanya niatnya dengan harapan bisa sebagus orang itu mungkin jauh dibawah sukses. Tapi kalau kita berniat bercocok tanam dengan harapan tanaman bisa berkembang sedikit demi sedikit dan kita hapal karakternya maka kita akan menuai hasil maksimal usaha nya kita perhatikan fisik, tujuan dan tabiatnya tanaman. Dan mengumpulkan teori lagi, lalu kita pilih yang gampang dulu tapi sekiranya bisa efisien terhadap tanaman.

2. Benih yang Digunakan

Emang kadang kita suka memanfaatkan LD (limbah dapur), kalau semisal rimpang-rimpanagan, umbi-umbian, daun-daun yang bisa lah kita maksimal. Tetapi semisal limbah dapur dari biji-bijian (terong, timun, tomat, cabe dkk), yang kita tanam untung-untungan, biasanya benih dapur busuk buah dan batang tapi tak dipungkiri lebih rentan jamur dan kutu-kutuan kadang virus. Kalaunpun lagi nggak apes bisa mungkin bagus. Dari segi pertumbuhan pun agak lambat atpi kalau berhasil bisa bertahan lama (tidak cepat mati).
Benih hibrida (f1) / produk d bungkus memiliki kapasitas tinggkat produksi tinggi asal nutrisi terpenuhi dan media subur dan pasti setiap barang ada sisi negatif y, sisi negatif y ntr juga anda tau kalau mau menanam y.

3. Media Tanam

Kadang kita lupa, media tanam yang cocok itu yang bagaimana untuk pembibibitan sampai fase berbuah. Aku sedang cinta denganmu tanam 100% 1 bahan apalagi, metan dilabelnya "untuk persemaian bibit dan media tanam bunga" di pake untuk menanam cabe, tomat terong dkk ... (makanya tanaman pun langsing dan tinggi, sekalinya berbuah hanya 1-2 buah). Makanya kita harus bisa rajin pantas media tanam layaknya 3- 5 bahan contoh (kita punya 1 ember kompos, 1 mangkok kohe, 1 kresek tanah, bagaimna memodif medianya ???. Kita masukan kompos ke dalm 1 pot terus tengah pot itu kita ambil bagian tengahnya lalu isi kohe dan krikil / puing / batuan apa aja dirumah kita lalu tutup lagi pakai kompos dan tanah terus bagian atas lapisannya jangan kompos tanah usahakan diatas beda bahan lagi, misalnya kita pakai daun-daun kering, rumput-rumput lapuk, batuan, pasir dkk ...)

Pemikirannya begini "kan kalau 1 bahan ranah gembur dangan tingkat kelembaban yang lama, maka tanaman akan menumbuhkan nitrogen terus-menerus untuk pertumbuhan, ada saatnya fase kering lebih lama untuk pengangkutan makanan sepanjang fase penyerapan udara menjadi nitrogen tanaman genting pertahanan. Nah disaat inilah invasi dan ultimatum OPT (organisme pengganggu tanaman) datang baik secara besar-besaranan atau gerilya.

4. Nutrisi dan Anti OPT

Nah yang perlu kita perhatikan adalah nutrisi dan penanggulangan opt sejak dini .. sejak masa tumbuh mulai berkembang kita bisa cari teorinya googel, teman atau informasi manapun "bagaimna antisipasinya. Jangan sampai udah kena baru nyari solusi. Iya kan ???
 
Nah tingkat keberhasilan di masa generatif (masa berbunga) adalah dari nutrisi / pupuk. Sebenarnya masa peralihan jadi tanaman butuh nutrisi tambahan dengan cepat, mereka butuh nutrisi dalm proses metabolisme sama seperti kita manusia. Ketika pasokan nutrisi kurang / salah maka proses metabolisme mereka kacau dan ini bisa dimanfaatkan oleh serdadu OPT dalam membajak protein, makanya saat metabolisme tak sempurna , protein tercuri, benteng pertahanan tanaman pun roboh, akibat invasi dan pembobolan OPT, daun jadi kriting, bunga berguguran dll ..

Bagaimana tersedianya nutrisi terpenuhi ???

Kita bisa memberi asupan nutrisi baik dari daun dan akar lewat pupuk pabrik instan, semisal pupuk daun, pupuk granul / pupuk cair dll. Jangan pernah ilfil dngan pupuk pabrikan anorganik / organik karna pokok utama dalam bercocok tanam itu nutrisi, selama pemakain pupuk pabrikan bisa diimbangi dengan bahan organik, pupuk organik, pupuk bio dll. Tak ada masalah karna tanaman seperti kita "perubahan bahan organik / anorganik menjadi asam amino dan protein "

Kalau manusia punya kemampuan tubuh menetralkan racun, maka tanaman punya kemampuan mengubah besi, alumunium dalam tanah menjadi nutrisi makanya tanaman yang di tanah lebih subur karena nutrisinya lebih bnyak. bener gak ?????

Ini hanya pemahaman saya aja dalam berbagi selebihnya ya terserah anda, intinya saya pengen yang ada dalam lingkungan ini bercocok tanam dengan hasil maksimal, bukan menanam dengan hasil minimal. Jadi jangan salahkan tanaman bila tanaman anda rentan hama dan tak bisa berbakti mungkin dari 4 point ini ada salah satu poin yang  anda belum telusuri / dalami ...

Selamat bercocok tanam....

0 komentar:

Posting Komentar