BUDIDAYA PEPAYA BNGKOK ( oleh : jaralang boy 3b)

Klasifikasi ilmiah
Kingdom: Plantae
(tidak termasuk): Angiospermae
(tidak termasuk): Eudikotil
(tidak termasuk): Rosidae
Ordo: Brassicales
Famili: Caricaceae
Genus: Carica
Spesies: C. papaya
Nama binomial
Carica papaya
L.

pepaya oleh wa haji mufieda


Buah pepaya betina

Pepaya (Carica papaya L.), atau betik adalah tumbuhan yang berasal dari Meksiko bagian selatan dan bagian utara dari Amerika Selatan, dan kini menyebar luas dan banyak ditanam di seluruh daerah tropis untuk diambil buahnya. C. papaya adalah satu-satunya jenis dalam genus Carica. Nama pepaya dalam bahasa Indonesia diambil dari bahasa Belanda, "papaja", yang pada gilirannya juga mengambil dari nama bahasa Arawak, "papaya". Dalam bahasa Jawa pepaya disebut "katès" dan dalam sunda di sebut "gedang"

Pepaya jantan dengan bunga.

Buah pepaya dimakan dagingnya, baik ketika muda maupun masak. Daging buah muda dimasak sebagai sayuran. Daging buah masak dimakan segar atau sebagai campuran koktail buah. Pepaya dimanfaatkan pula daunnya sebagai sayuran dan pelunak daging. Daun pepaya muda dimakan sebagai lalap (setelah dilayukan dengan air panas) atau dijadikan pembungkus buntil. Oleh orang Manado, bunga pepaya yang diurap menjadi sayuran yang biasa dimakan. Getah pepaya (dapat ditemukan di batang, daun, dan buah) mengandung enzim papain, semacam protease, yang dapat melunakkan daging dan mengubah konformasi protein lainnya. Papain telah diproduksi secara massal dan menjadi komoditas dagang.

Untuk memproduksi papain, bahan baku yang perlu dipersiapakan adalah getah pepaya. Sementara bahan penolongnya berupa air dan sulfit. Air digunakan sebagai pengencer getah pepaya, sedangkan sulfit digunakan sebagai pelarut bahan kimia.

Pengambilan Getah Buah Pengambilan getah buah dilakukan pada buah yang sudah berumur 2.5-3 bulan. Buah yang sedang dalam masa penyadapan harus tetap tergantung pada batang pokoknya. Penyadapan dilakukan sampai tujuh kali dengan interval penyadapan empat hari, maka waktu yang diperlukan untuk penyadapan adalah sekitar 28 hari. Waktu yang tepat untuk menyadap adalah pagi hari sebelum matahari terbit atau sore hari sebelum matahari terbenam. 

Daun pepaya juga berkhasiat obat dan perasannya digunakan dalam pengobatan tradisional untuk menambah nafsu makan.

Pohon pepaya umumnya tidak bercabang atau bercabang sedikit, tumbuh hingga setinggi 5–10 m dengan daun-daunan yang membentuk serupa spiral pada batang pohon bagian atas. Daunnya menyirip lima dengan tangkai yang panjang dan berlubang di bagian tengah. Bentuknya dapat bercangap ataupun tidak. Pepaya kultivar biasanya bercangap dalam.

Pepaya adalah monodioecious' (berumah tunggal sekaligus berumah dua) dengan tiga kelamin: tumbuhan jantan, betina, dan banci (hermafrodit). Tumbuhan jantan dikenal sebagai "pepaya gantung", yang walaupun jantan kadang-kadang dapat menghasilkan buah pula secara "partenogenesis". Buah ini mandul (tidak menghasilkan biji subur), dan dijadikan bahan obat tradisional. Bunga pepaya memiliki mahkota bunga berwarna kuning pucat dengan tangkai atau duduk pada batang. Bunga jantan pada tumbuhan jantan tumbuh pada tangkai panjang. Bunga biasanya ditemukan pada daerah sekitar pucuk.

Bentuk buah bulat hingga memanjang, dengan ujung biasanya meruncing. Warna buah ketika muda hijau gelap, dan setelah masak hijau muda hingga kuning. Bentuk buah membulat bila berasal dari tanaman betina dan memanjang (oval) bila dihasilkan tanaman banci. Tanaman banci lebih disukai dalam budidaya karena dapat menghasilkan buah lebih banyak dan buahnya lebih besar. Daging buah berasal dari karpela yang menebal, berwarna kuning hingga merah, tergantung varietasnya. Bagian tengah buah berongga. Biji-biji berwarna hitam atau kehitaman dan terbungkus semacam lapisan berlendir (pulp) untuk mencegahnya dari kekeringan. Dalam budidaya, biji-biji untuk ditanam kembali diambil dari bagian tengah buah.


Kelamin jantan pepaya ditentukan oleh suatu kromosom Y-primitif, yang 10% dari keseluruhan panjangnya tid

Budidaya pepaya

 Hal yg yang di lakukan pertama kali yaitu Anda harus menentukan dimana usaha budidaya pepaya akan dijalankan. Karena pepaya mengehedaki daerah dengan iklim tropis dan subtropis, maka hampir diseluruh daerah di Indonesia bisa digunakan untuk menanam pepaya.
Meskipun demikian tentunya Anda mengiginkan usaha budaya pepaya dapat berjalan secara optimal, baik dari segi 
pertumbuhan tanaman dan juga       produktifitas buah yang berkualitas.     

Berikut kreteria lahan yang harus Anda gunakan untuk budidaya pepaya :

Pilih lahan terbuka, yang memiliki penyinaran matahari secara penuh dari pagi hingga sore, namun angin tidak terlalu kencang, karena dapat menghabat penyerbukan bunga. (lahan tegalan)
Lokasi penanaman paling cocok adalah di dataran rendah dengan ketinggian maksimal antara 700-1000 dpl.
Curah hujan yang diperlukan antara 1000-2000 mm/tahun.
Suhu optimum 24-26 C dengan kelembaban udara cukup sedang.

2. Persiapan lahan

Ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk menyiapan lahan budidaya pepaya , tahapan ini disebut sebagai tahapan pengolahan tanah. Langkah pertama yang harus Anda lakukan nyaitu membersihkan lahan dari rumput, semak belukar dengan menggunakan cangkul maupun alat lain nya.
Langkah berikutnya cangkul denganj membolak-balikan tanah untuk budidaya pepaya menjadi gembur, kemudian di buat membentuk bedengan-bedengan. Ukuran bedengan L 2 meter x T 30 cm x P 10 atau panjang disesuaikan lahan, jarak antar bedengan bisa dibuat 60 cm.
Buat lubang tanam pada bedengan yang sudah anda bentuk, ukuran tanam 50x50x40 cm. lalu  pupuk dasar TSP 2 Sendok /lubang ,  Selanjutnya diamkan lubang antara 7-10 hari agar lubang tanam memperoleh penyinaran matahari. Tambahkan pupuk kandang pada lubang dan sedikit kapur agar PH tanah tetap terjaga, setelah 5 hari bibit bisa ditanam.

3.cara pembibitan pepaya

Pembibitan pepaya dapat Anda peroleh melalui tahap penyemaian bibit, atau cara mudahnya Anda dapat membeli bibit yang siap tanam di toko-toko pertanian terdekat. Saran kami sebaiknya Anda menyemai bibit sendiri karena secara akan mempermudah Anda untuk menentukan jenis pepaya apa yang akan dibudidayakan.
Tenang saja Anda tidak usah bingung cara melakukan peyemaian bibit pepaya. Perlu Anda ketahui cara penyemaian itu sangat mudah, tidak sesulit yang Anda pikirkan tentunya. 
Siapkan biji pepaya yang akan Anda semaikan, bisa Anda peroleh melalui beli bibit ditoko atau mengambil biji dari buah pepaya.
Rendam benih dengan larutan fungisida selama 30 menit, Setelah itu jemur biji hingga kering.
Siapkan media tanam bibit, berupa tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan (2:1), ingat tanah dan pupuk kandang yang pakai sebelumnya harus di saring.
Tambahkan sedikit pupuk TSP untuk merangsang perkecambahan biji pepaya
Masukan media tanam kedalam poliback kecil, atau Anda bisa pakai plastik ukuran 1 ons sebagai tempat penaman biji.
Tempat penyemaian harus terlindung dari sinar matahari secara langsung, atau bisa juga dengan menutup tempat penyemaian dengan paranet.
Lakukan penyiraman secara rutin agar tanah tetap terjaga lembab. 
Setelah bibit mulai tumbuh sedikit demi sedikit paranet bisa dibuka agar sinar matahari bisa masuk. Hal itu dilakukan secara bertahap hingga bibit siap tanam.
Penyemaian dalam budidaya pepaya umumnya dilakukan hingga daun tumbuh 4 helai dan usia taman skitar 1,5-2,5 bulan, setelah itu bibitsudah dewasa bisa dipindah ke lahan tanam.

4.cara penanaman bibit
Cara penanaman bibit pepaya cukup sederhana, setelah bibit sudah dewasa (umur kurang lebih 2 bulan), maka Anda tinggal memindahkannya ke lahan yang sudah siapkan sebelumnya. Perlu diingat lubang tanam untuk budidaya pepaya minimal disiapkan 2 minggu sebelum proses penanaman bibit.
Ukuran jarak tanam maksimal 2-3 m antar bibit.
Pemindahan bibit kelubang tanam caranya, lakukan penyiraman pada polybak hingga benar-benar basah, kemudian angkat pelan supaya perakaran tamanan tidak ada yang rusak. Masukan bibit kedalam lubang tanam, timbun dengan tanah yang dicampur pupuk kandang, tekan tanah disekitaran tanaman agar menjadi padat dan lakukan penyiraman.

5. Pemupukan dan pmeliharaan
    untuk memacu perakaran, saat usia tanam memasuki 10 hr  bs d kocor memakai hormon Atonik dngan dosis sesuai label . di usia 15 hr bisa d kocor pupul vegetatif susulan , waktu itu mas mufieda mengaplikasikan pupuk urea secangkir yg d endapkan ke air 10 liter selama 7 hari  dngan dosis per cangkir per batang. 
      untuk susulan mas mufieda mengaplikasikan kocoran pupuk NPk 16-16-16 cap tawon  dengan dosis sama spt urea setiap 20 hr sekali , sampai berbunga . untuk mengurangi nilai kerontokan bunga  mas mufieda mengaplikasikan pupuk kalsium ber merk "highcall"  dngan dosis sama spt d atas tpi melalui cara d semprot.dan  ke depan y rajin rajin mengaplikasikan pupuk kalsium .supaya buah terasa besar dan manis .
      penangan hama  untuk mengantisipasi penyakit jamur , mas mufieda mengaplikasikan  antracol yg d rolling setiap  semingu sekali kadang 10 hr sekali .dan untuk penanganan hama hama penggerek dr golongan insekta , mas mufieda coba mengaplikasikan  insektisida mospilan 30 EC sbg acuan antisipasi hama . 


selamat mencoba

0 komentar:

Posting Komentar