PENGARUH DAUN SIRSAK SEBAGAI INSEKTISIDA PENOLAK PENGGEREK TONGKOL PADA JAGUNG (H.ALMIGERA) ,THRIPS TABACCI DAN BELALANG

     Insektisida nabati atau insektisida botaniadalah bahan alami yang berasal dari  tumbuhan yang mempunyai kelompok metabolit sekunder yang mengandung beribu-ribu senyawa bioaktif seperti alkaloid, fenolik dan zat kimia sekunder

Foto :daun sirsak ( wikipedia)
lainnya. Senyawa bioaktif tersebut apabila diaplikasikan ke tanaman yang
terinfeksi organisme pengganggu tidak berpengaruh terhadap fotosintesis,
pertumbuhan atau aspek fisiologi tanaman lainnya, namun berpengaruh terhadap
Organisme pengganggu tanaman (OPT). Sistem yang berpengaruh pada OPT
adalah sistem saraf atau otot, keseimbangan hormon, reproduksi, perilaku, sistem
pernafasan, dan lain-lain. Senyawa bioaktif ini juga dapat digunakan untuk
mengendalikan serangga yang terdapat di lingkungan rumah .
foto : bibit yg terpapar insektisida daun sirsak (basuki 3b)

Insektisida nabati seperti nikotin, piretrin dan ratenoid sudah dilakukan
penelitian untuk mengetahui pengaruhnya terhadap insekta. Tetapi sedikit yang
mengetahui banyak tanaman lain yang bersifat toksik untuk kehidupan insekta.
Pada tahun 1945 dilaporkan ada 1.180 spesies tumbuhan yang mengandung racun serangga, kebanyakan belum diinvestigasi. Toksisitas dari senyawa kimia tumbuhan bersifat relatif, tergantung dari dosis yang diberikan pada periode waktu tertentu, umur dan kondisi tubuh hewan, mekanisme absorbsi dan model ekskresi
Senyawa bioaktif yang terdapat pada tanaman dapat dimanfaatkan seperti
layaknya insektisida sintetik. Perbedaannya adalah bahan aktif pada insektisida
nabati disintesa oleh tumbuhan dan jenisnya dapat lebih dari satu macam
(campuran). Bagian tumbuhan seperti daun, buah, bunga, biji, kulit, batang dan sebagainya dapat digunakan dalam bentuk utuh, bubuk ataupun ekstraksi (dengan
air, ataupun senyawa pelarut organik). Insektisida nabati dapat dibuat secara
sederhana dan kemampuan yang terbatas. Bila senyawa atau ekstrak ini digunakan
di alam, maka tidak mengganggu organisme lain yang bukan sasaran (maria husz ,univ.of canberra).
     Insektisida nabati merupakan bahan alami, bersifat mudah terurai di alam  (biodegradable) sehingga tidak mencemari lingkungan dan relatif aman bagi
manusia karena residunya mudah hilang. Senyawa yang terkandung dalam
tumbuhan dan diduga berfungsi sebagai insektisida diantaranya adalah golongan
sianida, saponin, tanin, flavonoid, alkaloid, minyak atsiri dan steroid.
Foto : daun cincau yg terpapar insektisida aman di konsumsi
( oleh  : yunnie maniez 3b)
   
Penggunaan insektisida nabati mempunyai beberapa keunggulan dan keuntungan 

Antara lain :

a. Insektisida nabati tidak atau hanya sedikit meninggalkan residu pada
komponen lingkungan dan bahan makanan sehingga dianggap lebih aman
daripada insektisida sintesis/kimia.
b. Zat pestisidik dalam insektisida nabati lebih cepat terurai di alam sehingga
tidak menimbulkan resistensi pada sasaran.
c. Dapat dibuat sendiri dengan cara yang sederhana. Teknik untuk
menghasilkan bahan insektisida nabati dapat dilakukan dengan
penggerusan, penumbukan, pembakaran, atau pengepresan untuk
menghasilkan produk berupa tepung, abu, atau pasta. Kemudian dilakukan
perendaman untuk produk ekstrak, selanjutnya ekstraksi dengan
menggunakan bahan kimia pelarut disertai perlakuan khusus.
d. Secara ekonomi tentunya akan mengurangi biaya pembelian insektisida.


ANNONA MURICATA LINN. Sebagai insektisda alami

   Telaah fitokimia telah mengungkapkan bahwa tumbuhan yang tergolong
Annonaceae mengandung bermacam-macam alkaloid, karbohidrat, lipid, asam
amino, protein, polyphenol, minyak esensial, terpen, dan senyawa aromatik
. Salah satu tumbuhan yang tergolong
famili annonaceae adalah sirsak (A. muricata) yang merupakan salah satu
tanaman penghasil insektisida. Daun sirsak mengandung bahan aktif annonain,
saponin, flavonoid, tanin  Bahkan DI Nyatakan
bahwa pada sirsak ditemukan senyawa bersifat bioaktif yang dikenal dengan nama
acetogenin.
       Annonain merupakan senyawa golongan alkaloid yang terdapat pada daun
sirsak. Aktifitas fisiologinya bersifat racun dan memiliki rasa yang pahit. Alkaloid
memiliki sifat metabolit terhadap satu atau beberapa asam amino. Efek toksik lain
bisa lebih kompleks dan berbahaya terhadap insekta, yaitu mengganggu aktifitas
tirosin yang merupakan enzim esensial untuk pengerasan kutikula insekta
(Harvard univ.)
Saponin adalah glikosida triterpena dan sterol dan telah terdeteksi dalam
lebih dari 90 suku tumbuhan. Saponin merupakan senyawa aktif permukaan dan
bersifat seperti sabun, serta dapat dideteksi berdasarkan kemampuannya
membentuk busa dan menghemolisis sel darah merah. Sementara flavonoid
termasuk kelas fenol. Kelompok flavonoid yang bersifat insektisida alam yang
kuat adalah isoflavon. Isoflavon memiliki efek pada reproduksi yaitu antifertilitas
.
      Tanin dapat bereaksi dengan protein membentuk kopolimer mantap yang
tidak larut dalam air. Dalam tumbuhan letak tanin terpisah dari protein dan enzim
sitoplasma. Bila hewan memakannya, maka reaksi penyamakan dapat terjadi.
Reaksi ini menyebabkan protein lebih sukar dicapai oleh cairan pencernaan hewan
kita menganggap salah satu fungsi utama tanin dalam tumbuhan ialah sebagai
penolak hewan termasuk serangga . Gejala yag diperlihatkan dari
 hewan yang mengkonsumsi tanin yang banyak adalah menurunnya laju
pertumbuhan, kehilangan berat badan dan gejala gangguan nutrisi juga telah membuktikan pengaruh hambatan tanin terhadap enzim protease yang
dikorelasikan dengan mencerna larva heliothis armigera( penggerek tongkol pada jagung)
Senyawa acetogein pada konsentrasi yang tinggi akan bersifat antifeedant
bagi serangga, sehingga menyebabkan serangga tidak mau makan. Pada
konsentrasi rendah dengan pemberian oral bersifat racun perut dan dapat
menyebabkan kematian.
Dari hasil pengujian aktivitas biologi di lapangan terungkap bahwa bahan aktif
acetogenin yang berasal dari tumbuhan Annonaceae ini mempunyai kisaran
pengaruh yang cukup luas, yaitu bersifat toksik terhadap sel, memiliki aktifitas
anti tumor, anti mikroba, anti malaria, anti makan dan pestisida.

CARA MEMBUAT PESTISIDA DAUN SIRSAInsektisida nabati atau insektisida botani adalah bahan alami yang berasal dari
tumbuhan yang mempunyai kelompok metabolit sekunder yang mengandung
beribu-ribu senyawa bioaktif seperti alkaloid, fenolik dan zat kimia sekunder
lainnya. Senyawa bioaktif tersebut apabila diaplikasikan ke tanaman yang
terinfeksi organisme pengganggu tidak berpengaruh terhadap fotosintesis,
pertumbuhan atau aspek fisiologi tanaman lainnya, namun berpengaruh terhadap
Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Sistem yang berpengaruh pada OPT
adalah sistem saraf atau otot, keseimbangan hormon, reproduksi, perilaku, sistem
pernafasan, dan lain-lain. Senyawa bioaktif ini juga dapat digunakan untuk
mengendalikan serangga yang terdapat di lingkungan rumah .
Insektisida nabati seperti nikotin, piretrin dan ratenoid sudah dilakukan
penelitian untuk mengetahui pengaruhnya terhadap insekta. Tetapi sedikit yang
mengetahui banyak tanaman lain yang bersifat toksik untuk kehidupan insekta.
Pada tahun 1945 dilaporkan ada 1.180 spesies tumbuhan yang mengandung racun
serangga, kebanyakan belum diinvestigasi. Toksisitas dari senyawa kimia
tumbuhan bersifat relatif, tergantung dari dosis yang diberikan pada periode waktu
tertentu, umur dan kondisi tubuh hewan, mekanisme absorbsi dan model ekskresi
Senyawa bioaktif yang terdapat pada tanaman dapat dimanfaatkan seperti
layaknya insektisida sintetik. Perbedaannya adalah bahan aktif pada insektisida
nabati disintesa oleh tumbuhan dan jenisnya dapat lebih dari satu macam
(campuran). Bagian tumbuhan seperti daun, buah, bunga, biji, kulit, batang dan sebagainya dapat digunakan dalam bentuk utuh, bubuk ataupun ekstraksi (dengan
air, ataupun senyawa pelarut organik). Insektisida nabati dapat dibuat secara
sederhana dan kemampuan yang terbatas. Bila senyawa atau ekstrak ini digunakan
di alam, maka tidak mengganggu organisme lain yang bukan sasaran (maria husz ,univ.of canberra
 2005).
     Insektisida nabati merupakan bahan alami, bersifat mudah terurai di alam  (biodegradable) sehingga tidak mencemari lingkungan dan relatif aman bagi
manusia karena residunya mudah hilang. Senyawa yang terkandung dalam
tumbuhan dan diduga berfungsi sebagai insektisida diantaranya adalah golongan
sianida, saponin, tanin, flavonoid, alkaloid, minyak atsiri dan steroid.
      penggunaan insektisida nabati memiliki beberapa
keunggulan, antara lain :
a. Insektisida nabati tidak atau hanya sedikit meninggalkan residu pada
komponen lingkungan dan bahan makanan sehingga dianggap lebih aman
daripada insektisida sintesis/kimia.
b. Zat pestisidik dalam insektisida nabati lebih cepat terurai di alam sehingga
tidak menimbulkan resistensi pada sasaran.
c. Dapat dibuat sendiri dengan cara yang sederhana. Teknik untuk
menghasilkan bahan insektisida nabati dapat dilakukan dengan
penggerusan, penumbukan, pembakaran, atau pengepresan untuk
menghasilkan produk berupa tepung, abu, atau pasta. Kemudian dilakukan
perendaman untuk produk ekstrak, selanjutnya ekstraksi dengan
menggunakan bahan kimia pelarut disertai perlakuan khusus.
d. Secara ekonomi tentunya akan mengurangi biaya pembelian insektisida.


ANNONA MURICATA LINN. Sebagai Insektisida Nabati
foto :  H. Almigera ( penggerek tongkol pada jagung, bawah )

   Telaah fitokimia telah mengungkapkan bahwa tumbuhan yang tergolong
Annonaceae mengandung bermacam-macam alkaloid, karbohidrat, lipid, asam
amino, protein, polyphenol, minyak esensial, terpen, dan senyawa aromatik
. Salah satu tumbuhan yang tergolong
famili Annonaceae adalah sirsak (A. muricata) yang merupakan salah satu
tanaman penghasil insektisida. Daun sirsak mengandung bahan aktif annonain,
saponin, flavonoid, tanin  Bahkan DI Nyatakan
bahwa pada sirsak ditemukan senyawa bersifat bioaktif yang dikenal dengan nama
acetogenin.
       Annonain merupakan senyawa golongan alkaloid yang terdapat pada daun
sirsak. Aktifitas fisiologinya bersifat racun dan memiliki rasa yang pahit. Alkaloid
memiliki sifat metabolit terhadap satu atau beberapa asam amino. Efek toksik lain
bisa lebih kompleks dan berbahaya terhadap insekta, yaitu mengganggu aktifitas
tirosin yang merupakan enzim esensial untuk pengerasan kutikula insekta
(Harvard univ.)
Saponin adalah glikosida triterpena dan sterol dan telah terdeteksi dalam
lebih dari 90 suku tumbuhan. Saponin merupakan senyawa aktif permukaan dan
bersifat seperti sabun, serta dapat dideteksi berdasarkan kemampuannya
membentuk busa dan menghemolisis sel darah merah. Sementara flavonoid
termasuk kelas fenol. Kelompok flavonoid yang bersifat insektisida alam yang
kuat adalah isoflavon. Isoflavon memiliki efek pada reproduksi yaitu antifertilitas
.
      Tanin dapat bereaksi dengan protein membentuk kopolimer mantap yang
tidak larut dalam air. Dalam tumbuhan letak tanin terpisah dari protein dan enzim
sitoplasma. Bila hewan memakannya, maka reaksi penyamakan dapat terjadi.
Reaksi ini menyebabkan protein lebih sukar dicapai oleh cairan pencernaan hewan
kita menganggap salah satu fungsi utama tanin dalam tumbuhan ialah sebagai
penolak hewan termasuk serangga . Gejala yag diperlihatkan dari
 hewan yang mengkonsumsi tanin yang banyak adalah menurunnya laju
pertumbuhan, kehilangan berat badan dan gejala gangguan nutrisi juga telah membuktikan pengaruh hambatan tanin terhadap enzim protease yang
dikorelasikan dengan mencerna larva Heliothis armigera ( penggerek tongkol pada jagung)
Senyawa acetogein pada konsentrasi yang tinggi akan bersifat antifeedant
bagi serangga, sehingga menyebabkan serangga tidak mau makan. Pada
konsentrasi rendah dengan pemberian oral bersifat racun perut dan dapat
menyebabkan kematian.
Dari hasil pengujian aktivitas biologi di lapangan terungkap bahwa bahan aktif
acetogenin yang berasal dari tumbuhan Annonaceae ini mempunyai kisaran
pengaruh yang cukup luas, yaitu bersifat toksik terhadap sel, memiliki aktifitas
anti tumor, anti mikroba, anti malaria, anti makan dan pestisida.

Cara membuat insektisida nabati daun sirsak
       ( narasumber : yunnie & basuki 3b)

caranya sebagai berikut: Sebanyak 100 lembar daun sirsak ditumbuk, kemudian tambahkan 250ml sunlight kemudian tambahkan air sebnyak 15 liter dan lakukan perendaman selama semalam, setelah direndam kemudian lakukan penyaringan agar ampas-ampas daunnya terpisah dengan air rendamannya

        Setelah dilakukan penyaringan maka akan didapatkan larutan pestisida yang siap pakai. Untuk pemakainnya caranya yaitu 1 liter pestisida nabati dilarutkan dalam 10 liter air lalu masukkan dalam alat penyemprot dan lakukan penyemprotan ketanaman.untuk membasmi kutu kebul.

Untuk hama belalang dan ulat gunakan bahan daun sirsak 50 lembar, dan segenggam daun tembakau kemudian tumbuk, ditambah 250ml sunlight dan 20 liter air dan dilakukan perendaman selama semalam, kemudian disaring dan pestisida nabati siap digunakan sebagai senyawa organik .
Waktu penyemprotan harus dilakukan di pagi hari sebelum pukul 10.00 atau sore hari mulai pukul 15.00 sampai matahari terbenam. Penyemprotan bisa dilakukan 2 kali seminggu. Perlu diingat penggunaan ekstrak sirsak adalah bahwa penggunaan harus dilakukan beberapa kali, tidak hanya sekali. Untuk pemakaian reguler akan dapat terus melindungi dan mencegah tanaman dari hama kutu daun dan thrips. Ekstrak daun sirsak bisa disimpan hingga 12 bulan dari pembuatannya. Namun, sebaiknya segera digunakan untuk memberi manfaat maksimal.

   

caranya sebagai berikut: Sebanyak 100 lembar daun sirsak ditumbuk, kemudian tambahkan 250ml sunlight kemudian tambahkan air sebnyak 15 liter dan lakukan perendaman selama semalam, setelah direndam kemudian lakukan penyaringan agar ampas-ampas daunnya terpisah dengan air rendamannya

        Setelah dilakukan penyaringan maka akan didapatkan larutan pestisida yang siap pakai. Untuk pemakainnya caranya yaitu 1 liter pestisida nabati dilarutkan dalam 10 liter air lalu masukkan dalam alat penyemprot dan lakukan penyemprotan ketanaman.untuk membasmi kutu kebul.

Untuk hama belalang dan ulat gunakan bahan daun sirsak 50 lembar, dan segenggam daun tembakau kemudian tumbuk, ditambah 250ml sunlight dan 20 liter air dan dilakukan perendaman selama semalam, kemudian disaring dan pestisida nabati siap digunakan sebagai senyawa organik .
Waktu penyemprotan harus dilakukan di pagi hari sebelum pukul 10.00 atau sore hari mulai pukul 15.00 sampai matahari terbenam. Penyemprotan bisa dilakukan 2 kali seminggu. Perlu diingat penggunaan ekstrak sirsak adalah bahwa penggunaan harus dilakukan beberapa kali, tidak hanya sekali. Untuk pemakaian reguler akan dapat terus melindungi dan mencegah tanaman dari hama kutu daun dan thrips. Ekstrak daun sirsak bisa disimpan hingga 12 bulan dari pembuatannya. Namun, sebaiknya segera digunakan untuk memberi manfaat maksimal.

     Efektivitas toksin daun sirsak sbg penolak (Soursop leaf)

- 90 % penolak larva heliothis armigera( penggerek tongkol pada jagung )

-40% penolak THRIPS TABACCI  penyebab keriting daun pada cabai
-80% penolak sbg anti makan belalang
-50% menahan fertilitas ledakan Kutu Kebul (Bemisicia tabacci) pada cabai , pepaya .

0 komentar:

Posting Komentar