MEMBUAT TABULAMPOT BUAH NAGA BY "OiOi 3B"

Pada umumnya, buah naga dibudidaya dengan cara stek atau penyemaian biji. Tanaman akan tumbuh subur jika media tanam porous (tidak becek), kaya akan unsur hara, berpasir, cukup sinar matahari dan bersuhu antara 38-40 °C. Jika perawatan cukup baik, tanaman akan mulai berbuah pada umur 11-17 bulan. Buah naga sangat adaptif dibudidaya di berbagai daearah dengan ketinggian di 0–1200 m dpl. Hal terpenting adalah mendapatkan sinar matahari yang cukup merupakan syarat pertumbuhan buah naga merah.

Foto : riyadi oioi

Buah naga dapat berkembang dengan kondisi tanah dan ketinggian lokasi apapun, namun tumbuhan ini cukup rakus akan unsur hara, sehingga apabila tanah mengandung pupuk yang bagus, maka pertumbuhannya akan baik. Dalam waktu 1 tahun, pohon buah naga dapat mencapai ketinggian 3 meter lebih. Berdasarkan beberapa sumber, buah naga belum banyak dibudidayakan di Indonesia. Sementara ini, daerah Mojokerto,
Jember, Malang , Pasuruan, Banyuwangi ,
Ponorogo, Wonogiri, Kalibawang, Kulon Progo, Batam dll.

PERSIAPAN BIBIT DARI PERKEMBANGBIAKAN VEGETATIF

Cara vegetatif relatif lebih banyak dipakai karena lebih mudah. Budidaya buah naga dengan cara vegetatif lebih cepat menghasilkan buah. Selain itu, sifat-sifat tanaman induk bisa dipastikan menurun pada anaknya. Berikut ini langkah-langkah penyetekkan buah naga:
Penyetekkan dilakukan terhadap batang atau cabang tanaman yang pernah berbuah, setidaknya 3-4 kali. Hal ini berguna agar hasil setek bisa berproduksi lebih cepat dan produktivitasnya sudah ketahuan dari hasil buah terdahulu.
Pilih batang yang berdiameter setidaknya 8 cm, keras, tua, berwarna hijau kelabu dan sehat. Semakin besar diameter batang akan semakin baik, karena batang tersebut akan jadi batang utama tanaman.
Foto : contoh di ambil dari google (denidi.com)
Pemotongan dilakukan terhadap batang yang panjangnya sekitar 80-120 cm. Jangan dipotong semua, sisakan sekitar 20%, bagian yang 80% akan dijadikan calon bibit.
Persiapan bibit bisa menggunakan bibit standar ukuran 30-40cm atau bibit dengan ukuran panjang lebih 1 meter ( biar bgus dlm masa generatif) .

ALAT DAN BAHAN YANG HARUS DI SIAPKAN 

Persiapan pot ,tiang panjatan, ban/hiel ban sbg penopang sulur .
Foto : persiapan by oioi

 Tiang panjatan BN bs di buat dr pipa besi, pipa peralon atau besi siku yg di las.
ukuran standarnya rata rata  1,2 m ttp ukuran tiang bs di rubah sesuai selera
foto : untuk tiang panjatan
Tabulampot BN dgn bibit panjang sktr 1,2 m sudah bisa berbunga/ berbuah di umur 6 bln dari usia tanam
foto : bibit yg di persiapkan
setelah semua persiapan selesai, kegiatan selanjutnya membuat tabulampot BN
Dalam fotoini ada beberapa variasi pot & ukuran panjang tiang panjatan yg di gunakan
foto : selesai penanaman 

Hasil awal tabulampot dgn pot ukuran 60 & tinggi tiang panjatan 1,2 meter .Jika di pot metan awal komposisi tanah, pukan, sekam mentah dan abu sekam 1:1:1:1 slhtnya ppk susulan npk phonska 1 sdm tiap tanaman tiap bln


Foto ; masa generatif BN

Dari foto Ini sebulan lagi BN akan mateng & tampak seperti pada foto

PEMUPUKAN 

Pupuk NPK yg biasa gunakan adalah NPK phonska dgn kandungan hara N = 15 P = 15 K = 15 & ZA = 10
Foto : pupuk NPK phonska 

Alasan menggunakan NPK phonska selain merupakan pupuk majemuk yg berunsur tsb di atas adalh Murah nan berkwalitas
harga nya pun maksimal di kantong ..
 Perlu di ingat . Di usia 6-7 bulan buah naga memerlukam nutrisi yg bgus karna terbilang tanaman rakus nutrisi sedikit nya menggunakan pupuk anorganik pabrikan demi hasil maksimal .

KENAPA HARUS MENGGUNAKAN PUPUK PABRIKAN ??

 Catatatan ..di tabulampot tdk bs berbuah maksimal karna  keterbatasan metan dan hara  dalam  pupuk organik, seyogyanya di tambahidgn pupuk susulan anorganik supaya penyerapan nutrisi, pemicuan bunga pun agak sempurna .
foto : hasil akhir by oioi
pupuk anorganik bukan racun yg bahaya bagi tubuh manusia, yg bahaya adalah obat insektisida kimia krn residu kimianya pada buah/ sayuran sulit terurai scr sempurna sehingha di kawatirkan residu kimia td akan mengendap pada tubuh manusia
Perlu di pahami bahwa tabulampot bukan suatu solusi menanam buah agar mendapatkan produksi yg maksimal teteta lbh terfokus nilai seni/ exotisnya sebuah tanaman pada metan( media tanam)  yg sedikit & bentuk tanaman yg kecil namun bisa berbuah .

HAMA DAN PENYAKIT

Hama yang ditemukan dalam buah naga bug bertepung (Hemiptera: Pseudococcidae) spesies Pseudococcus jackbeardsleyi, Ferrisia virgata, dan Planococcus sp, kutu daun (Hemiptera: Aphididae).. Spesies Aphis gossypii,
Branchycaudus helichrysi, dan Toxoptera odinae, semut (Hymenoptera: Formicidae) spesies Oecophylla sp, Camponotus sp, Euprenolepis sp, dan Polycharis sp,
Foto : salah satu hama tanaman BN yg sangat merusak
belalang (Orthoptera: Acrididae) spesies Valanga sp, Oxya sp, dan Atractomorpha sp, tungau (Acarina: Tetranycidae); bekicot (Acathina fulica) , dan burung. Ayam tidak dianggap sebagai hama, namun mereka dapat menyebabkan kerusakan parah pada buah jika mereka diizinkan untuk hadir di kebun. Penyakit yang ditemukan dalam buah naga adalah ganggang merah karat (Cephaleuros sp.), Anggur tempat oranye (Fusarium sp.), Anggur putih (Botryosphaeria sp. Dan Phomopsis sp.), Batang hawar (Helminthosporium sp.) Dan antraknosa (Colletotrichum sp.) , Dothiorella spot, kecoklatan busuk batang, batang menguning, busuk buah (Colletotrichum sp. dan Helminthosporium sp.) Buah jeruk spot (Alternaria sp.). Sebuah penyakit bercak hitam pada batang belum diidentifikasi. Hama dan penyakit belum dikendalikan dalam sistem tertentu, mungkin karena kejadian mereka tidak mengakibatkan kerugian yang signifikan.


"Bila ada kendala bisa privat akun facebook "riyadi oioi" .

Salam belajar bareng berkebun

0 komentar:

Posting Komentar