6 Tips Menanam Tabulampot Slow Release

Foto by : Must Light

Tabulampot atau Tanam Buah Dalam Pot merupakan salah satu cara untuk menyiasati berkebun dilahan sempit. Bagi anda yang memiliki lahan luas tentunya dengan mudah bisa menanam buah apa saja dan dimana saja. Akan tetap bagi pehobi yang tinggal di air dengan lahan yang terbatas tentu saja kerepotan untuk menanam buah. Sebab tanaman buahnya memiliki batang yang tinggi, besar dan membutuhkan tempat yang luas. Untuk menjawab hal tersebut, maka sejak tahun 1970-an berkembangnya metode menanam buah dalam pot (Tabulampot).

foto : wa must light 

Metode tabulampot terus berkembang saat ini dan penggemarnya pun semakin bertambah. Hal ini ditandai dengan jumlah pengusaha pembibitan yang menjual bibit tabulampot semakin bertambah. Tabulampot makin digemari karena selain sebagai tanaman konsumsi tabulampot juga berfungsi sebagai tanaman hias. Unsur estetika juga menjadi alasan kuat mengapa penggemar tabulampot terus meningkat.

Berikut adalah sedikit cara dalam meramu media tanam yang mungkin di katakan ideal bagi hobbiis. Narasumber mengatakan bahwa metode ini mampu memberikan cadangan nutrisi organik secara lambat. Berikut cara simpel yang mungkin anda bisa coba dan melakukan :

1. masukkan pecahan genting secukupnya sebagai lapisan dasar yang di lanjutkan dengan pemberian sekam lapuk atau bisa juga sekam

bakar, agar drainase lancar dan media tanam tidak mudah padat

2. taruh 2 buah pisang matang & 1 buah telur yangg dilubangi kecil bagian atas. Rekomendasi pakai pisang raja atau sejenisnya yang penting kulitnya tebal dan rasanya manis.

3. beri media tanam secukupnya atau merata dengan tinggi dari posisi telur tsb., Jadi saat kita memasukkan tanamannya, telur tersebu tidak pecah. Untuk menghindari datangnya semut, beri tumbukan bawang putih dan bawang merah secukupnya

4. masukkan tanaman secara perlahan yang dilanjutkan dengan pemberian media tanam yang sudah dipersiapkan sebelumnya.

5. Setelah pot berisi tanaman, timbun lagi dengan media sampai penuh. Siram dengan air sampai airnya meluber keluar dari bawah dan media tanam basah seluruhnya

6. taruh ditempat yang teduh dulu jika tanaman tersebut dalam proses pemulihan, baik itu tanaman yang baru dibeli atau dalam tahap pemangkasan akar sampai bisa beradaptasi.

Selamat mencoba

By : Must Light

6 Langkah Mudah Cara Sambung Sisip pada Berbagai Macam Tanaman Buah

Foto by : Aris Basuki


Penyambungan atau grafting, merupakan salah satu metode untuk perbanyakan tanaman secara vegetatif. Beberapa jenis penyambungan antara lain, penempelan mata tunas (okulasi), penyambungan batang, penyambungan pucuk, dan lainnya. Pada tanaman buah dan anggur, penyambungan dilakukan dengan tujuan antara lain:

a). memperoleh tanaman dengan vigor yang baik
b). jumlah hasil produksi yang lebih tinggi
c). ketahanan terhadap penyakit akar seperti phyloxera
d). mendapatkan beberapa jenis buah, hanya dengan satu jenis batang bawah
e). mendapatkan tanaman yang tahan terhadap kondisi iklim lokal
f). mempercepat proses pembuahan

Pada umumnya di Indonesia perbanyakan tanaman buah dilakukan dengan stek batang (cutting), dan sangat jarang menggunakan penyambungan (okulasi) batang. Mungkin di Indonesia, jarang ada kejadian serangan hama phyloxera, akibat iklim indonesia yang panas dan lembab. Yu.. mari mencoba cara sambung sisip pucuk.

Alat dan Bahan :

1.Pisau tajam yang steril (cater baru)
2.Plastik lentur untuk mengikat / plastik es lilin / plastik PE
3.Dahan bawah yang sehat
4.Dahan atas (dahan muda) sebagai entres dari jenis pohon yang sama tp yang dah pernah buah.

Langkah 1

Siapkan dahan bawah, bisa dari bibit biji, yang penting pohon dalam kondisi sehat, batang pohon berwarna hijau tua, jadi jika dikelupas tidak mudah robek, dan kambium dalam kondisi siap untuk disambung. Sayat bagian kulit dari atas lalu tarik kebawah, jangan sampai robek, buat sekitar sekitar 3-5 cm dan selebar 0.7 - 1cm. Potong kulit yang sudah dikelupas dan sisakan sekitar 1cm

Langkah 2

Siapkan entres dari indukan yang juga sehat, buang daunnya dengan cara sisakan sedikit tangkai daunnya agar mata tunas yang ada di ketiak tangkai daun ada penopangnya. Potong entres sampai menyisakan kira2 4 calon mata tunas. Potong entres dan iris miring, usahakan sekali saja sudah terbongkar jaringan tidak rusak

Lamgkah 3
.
Sayat entres dan tekan dengan ibujari jaringan kambium nyambung.

Langkah 4

Ikat koneksi menggunakan plastik dari atas kebawah menggunakan plastik yang sifatnya lentur. Tutup seluruh entres menggunakan plastik sampai sekitar 0.5cm diatas dan dibawah entres.

Langkah 5

Lepas ikatan plastik sekitar 4 minggu pasca penyambungan, jika entres berwarna hijau dan segar, berarti proses penyambungan berhasil. Jika kering dan hitam berwarna hitam, perlu latihan lagi untuk proses nyambung, berarti ada tahapan dan persyaratan yang belum penuh. Setelah 2-4 hari pasca lepas ikatan, potong separuh dahan atas untuk mempercepat tumbuhnya tunas baru dari sambung sisip sekaligus sebagai proses adaptasi mandiri dari dahan baru.

Langkah 6

Saat tunas baru sudah tumbuh, potong dahan atas, dan biarkan pohon tumbuh dengan tunas yang baru. Setelah 10-12 minggu, bibit baru hasil sambung sisip sudah tumbuh dengan sempurna.

By : Basuki (Warga #3B)