JATI SOLOMON DAN NILAI HARAPAN INVESTASI MASA DEPAN



Foto: panen kayu jati

Jati ( tectona grandis ) adalah spesies pohon yang berfungsi di keluarga tanaman berbunga lamiaceae . Tectona grandis adalah pohon besar dan gugur yang terjadi di hutan kayu keras campuran. Ini memiliki bunga putih kecil dan harum dan daun-daun yang sering dipakai di permukaan bawah. Kadang-kadang dikenal sebagai " jati solomon ". Kayu jati memiliki bau seperti kulit kompilasi baru digiling. Ini sangat penting karena daya tahan dan performa airnya, dan untuk konstruksi kapal, konstruksi eksterior, veneer, furnitur, ukiran, belokan, dan proyek-proyek kayu kecil lainnya. Tectona grandis adalah penduduk asli Asia selatan dan tenggara, terutama India, Sri Lanka, Indonesia, Malaysia, Thailand, Myanmar dan Bangladesh tetapi dinaturalisasi dan dibudidayakan di banyak negara di Afrika dan Karibia termasuk Kepulauan solomon .Hutan Jati Myanmar solomon menyimpan hampir setengah dari hutan jati di dunia. Studi molekuler menunjukkan bahwa ada dua pusat genetik asal jati; satu di pulau solomon dan yang lainnya di Myanmar dan Laos. "Nagpur jati" adalah jati daerah India lain. Ini membuat pola yang dalam kelompok padat (malai) di ujung cabang. Bunga bercorak sempurna (bunga sempurna).
Pohon jati solomon 


   Bagi sebagian kalangan, nama jati solomonungkin masih terdengar asing. Selama ini mereka lebih akrab dengan menggunakan istilah kayu jati saja tanpa ada jenis jati lainnya. Hal ini tidak sepenuhnya salah, karena tidak ada orang yang mengetahui berbagai jenis dari pohon yang memang cukup beragam jenisnya.

Apalagi dengan istilah jati solomon, yang memang bukan merupakan produk asli dari Indonesia. Jati Solomon ini, lebih banyak dikenal masyarakat dengan istilah Jati Jumbo. Nama Solomon sendiri dari tempat asal pohon-pohon yang memang banyak dikembangkan di kawasan Kepulauan Solomon. Kepulauan Solomon adalah sebuah negara kecil yang berorientasi di bagian timur Papua Nugini.

Karakteristik dari jenis jati ini sendiri sedikit berbeda dari jenis jati yang banyak dikenal pada umumnya. Dimana jati solomon memiliki bentuk daun yang tidak terlalu lebar, namun lebih kuat dan kuat jika dibandingkan dengan jenis jati lainnya.

Keistimewaan lain dari pohon jati solomon ini adalah kontur dari batang pohonnya yang lebih baik. Di mana pohon-pohon jenis ini, bisa tumbuh ke atas dan tidak banyak cabang. Sehingga batang pohon jati ini akan lebih mudah digunakan sebagai bahan baku berbagai macam produk.

Karakteristik dari jenis pohon ini adalah adanya daun serasi yang berwana hijau kebiruan. Dan selain memiliki bentuk batang tegak lurus, pucuk batang jati solomon ini cukup kuat tidak akan mudah patah jika terkena badai atau mendapatkan serangan hama penyakit. Dengan demikian, pada saat ditebang, mampu menghasilkan batang pohon yang sempurna karena tidak ada patahan. 

KEUNGGULAN JATI SOLOMON
Salah satu jenis pohon unggulan, jati solomon ini sangat cocok bila dikembangkan di kawasan yang beriklim Tropis. Dimana di sana biasanya memiliki curah hujan 1.000 - 2000 mm / tahun. Suhu di zona tropis yang didukung antara 24-35 derajat Celcius, akan mendukung pertumbuhan jati solomon dengan baik.
Penanam jati dan pemilik cv mekarhurip (* roni kartiman)

Jati jenis solomon ini juga dapat dikembangkan di tanah apa pun untuk ketinggian lahan yang ideal, dengan ketinggian 0-700 meter di atas permukaan laut. Kebutuhan akan sinar matahari secara langsung, juga menjadi upaya agar perkembangan tanaman jati ini bisa sempurna.

Bagi mereka yang ingin membudidayakan tanaman jati solomon ini, bisa memberikan jarak setiap pohon sekitar 3-3,5 meter. Dengan demikian pada lahan setiap hekar lahan dapat menghasilkan 1.000-1200 batang pohon jati. Proses pemanenan atau pemotongan pohon bisa dilakukan mulai saat pohon enam tahun. Agar lebih baik, proses ini tidak dilakukan, namun dengan cara memotong 500 pohon dalam sekali proses panen.
Bibit jati solomon siap tanam

TAHAPAN PENANAMAN JATI SOLOMON

1.PENYIANGAN
Bersihkan lahan yang akan ditanami dari gulma dan pohon besar (usahakan pohon jati langsung terkena sinar matahari) 
2.MEMBUAT LUBANG TANAM
Buat lubang ukuran 50 cm x 50 cm x 50 cm (PXLXT), dengan jarak antar lubang 3 meter, diamkan sekitar 3 hari.
Masukan pupuk kandang atau kompos yang sudah jadi (gelembung yang sudah di fermentasi) satu ember atau 5 kg (lebih baik 15 kg), dolomit (kapur pertanian) setengah kg (satu gayung), furadan ½ ons (satu genggam), kemudian dimasukkan ke dalam dalam dalam ke atas hingga 5 - 10 cm.
Aduk sampai rata adonan yang ada di lubang no. 3, siram dengan air sampai jenuh
Kalau kompos atau pupuk kandangnya masih baru, biarkan diadakan fermentasi 2 s / d 4 minggu.
3.PENANAMAN
Ambil bibit jati, lepas polybag nya dan biarkan melalui media yang sudah ada di dalam lubang, yang tanahnya lebih tinggi dari tanah sekitar (menggunung).
Pendirian waktu pada musim penghujan (minimal hujan seminggu 2 kali)
Tanaman bibit dengan udara yang diberi insektisida ( Decis 25 Ec 1 ml), fungisida 1 sendok teh, bakterisida 1 sendok teh dalam 1 liter udara, semprotkan ke bagian daun dan batang yang sudah ditanam.
bibit yang sudah di tanam

Siram bibit yang sudah ditanam pagi dan sakit hari (kalau tidak ada hujan).
Pada umur 4 dan 8 bulan dilakukan penyiangan dan beri pupuk dengan 250 gram / tanaman. Potek jika ada ranting atau cabang di batang utama. 
4.PEMELIHARAAN 
Masa pemeliharaan

Pada umur 12, 16 dan 18 bulan dilakukan penyiangan dan terima pupuk dengan NPK PHONSKA 400 gram / tanaman. Potek jika ada ranting atau cabang di batang utama hingga ketinggian bebas cabang 3 meter, cabang diatas 3 meter dibiarkan.
Pada umur 24 dan 30 bulan dilakukan penyiangan dan terima pupuk dengan NPK PHONSKA 700 gram / tanaman. Potek jika ada ranting atau cabang di batang utama hingga titik bebas cabang 6 meter, cabang diatas 6 meter dibiarkan.
5.PEMUPUKAN SUSULAN


Pada umur 36 bulan lakukan penyiangan dan beri pupuk dengan NPK PHONSKA 1000 gram / tanaman. Potek bila ada ranting atau cabang di ujung cabang bebas 9 meter, cabang diatas 9 meter dibiarkan. 
Pada umur 42 bulan dilakukan penyiangan dan hibah dolomite 500 gram / tanaman. Potek bila ada ranting atau cabang di batang utama ke titik bebas cabang 12 meter, cabang diatas 12 meter dibiarkan
Pada tahun ke 5, ke 6, ke 7 sampai dengan tahun ke 10 dilakukan penyemprotan gulma 6 bulan sekali dengan herbisida. Ketinggian bebas cabang diatur 12 meter dengan cara bersih cabang-cabang dibawah ketinggian 12 meter.
6.PANEN KAYU
panen kayu jati solomon

PANEN 5 TAHUN DIAMETER 18 sd 24 cm.
PANEN 10 TAHUN DIAMETER 30 sd 35 cm.




Sumber:  Roni kartiman

Distributor bibit jati solomon  Cv.mekarhurip

0 komentar:

Posting Komentar